Kemudian oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, mereka dikirim ke Korea untuk mengikuti festival kreativitas seni di Daijon Korea, 22-23 Oktober 2016. Dalam lomba di Korea Nibras dan Arlin dipisah. Nibras mendapat medali emas, dalam piagam tertulis Golden Prize. Sedang piagam Arlin tertulis Appreciation Award karena tidak memperoleh medali.
"Merancang kolam renang keliling untuk orang yang lahannya terbatas," kata Nibras di SD Muhammadiyah Nitikan, Jumat (4/10). Kolam renang rancangannya untuk anak di bawah 12 tahun tidak dalam dan tidak luas. Kolam dibuat dari mika dan plastik, bisa dilipat, bisa dibawa menggunakan sepeda motor roda tiga. Orang yang membutuhkan bisa menelepon untuk kemudian diantar. Kolam renang delivery begitu Nibras menyebutkan.
Nibras bercita-cita menjadi dokter. Melalui kemampuan pantomim, pasiennya akan dia hibur dengan gerak pantomimnya biar senang dan cepat sembuh. Sedang Arlin ingin menjadi pengusaha catering. Ketika ada tamu dari Malaysia beberapa hari yang lalu, Nibras dan Arlin tampil menyambut dengan seni pantomim. Tamu-tamu itu terkesan dengan suguhan seni pantomim tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar